Namun dia mengingatkan pemerintah harus memberikan perhatian yang sangat serius untuk mengatasi pelemahan rupiah dan penurunan IHSG. Menurutnya, jika permasalahan tersebut dibiarkan berlarut-larut bisa memengaruhi kepercayaan pasar dan aktivitas ekonomi nasional.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak bisa dilihat hanya dari satu indikator semata. Selain kondisi pasar modal dan nilai tukar, pemerintah juga perlu memperhatikan permintaan terhadap rupiah di pasar internasional serta minat investor terhadap instrumen investasi di Indonesia.
“Kita tidak bisa melihat pelemahan rupiah hanya dari sisi IHSG atau PDB saja. Permintaan rupiah di pasar internasional juga harus menjadi perhatian, begitu juga dengan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” katanya.
Menurutnya meningkatnya ketergantungan terhadap impor dan penggunaan dolar AS dalam transaksi ekonomi perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
“Jangan sampai impor kita semakin tinggi, penggunaan dolar semakin besar, sementara kepercayaan publik terhadap rupiah justru menurun. Itu yang tidak kita harapkan,” katanya.
Anggota DPR Minta Pelemahan Rupiah Jangan Dibiarkan Berlarut-larut
Pemerintah harus memberikan perhatian yang sangat serius untuk mengatasi pelemahan rupiah dan penurunan IHSG.