CARAPANDANG - Tidak sedikit orang merasa sudah bekerja keras, menambah jam belajar, atau mengurangi waktu istirahat, tetapi hasil yang didapat tetap belum sesuai ekspektasi. Situasi seperti ini sering membuat seseorang merasa tertinggal dibanding orang lain yang tampak lebih cepat mencapai tujuan.
Padahal, usaha dan hasil tidak selalu berjalan dalam garis lurus yang sama. Ada banyak hal yang jarang diperhitungkan saat menilai pencapaian diri. Berikut beberapa alasan untuk lebih berhati hati dalam memilah ekspektasi yang mungkin selama ini luput kamu disadari;
1. Kamu menilai hasil dari garis akhir orang lain
Media sosial membuat banyak pencapaian terlihat sederhana. Seseorang mengunggah foto rumah baru, promosi jabatan, atau bisnis yang berkembang tanpa memperlihatkan proses panjang yang terjadi sebelumnya. Akibatnya, standar keberhasilan yang dipakai sering berasal dari kehidupan orang lain, bukan dari kondisi pribadi.
Seorang lulusan sarjana baru bisa merasa gagal karena belum memiliki kendaraan sendiri, padahal penghasilannya baru berjalan beberapa bulan. Ada pula yang merasa tertinggal karena temannya sudah menikah, sementara prioritas hidupnya masih berbeda. Ketika garis akhir milik orang lain dijadikan ukuran, ekspektasi menjadi semakin sulit dipenuhi karena titik mulainya memang tidak sama.
2. Kondisi awal setiap orang tidak pernah benar-benar setara