Sebagai generasi yang tumbuh bersama media sosial dan teknologi digital, orangtua Gen Z (lahir 1997–2013) memiliki akses informasi parenting yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Mereka pun lebih terbuka dalam mengeksplorasi berbagai metode pengasuhan modern.
Gen Z dikenal sangat menghargai ekspresi diri dan memberikan ruang bagi anak untuk mengenali identitasnya sejak dini. Tak heran jika banyak dari mereka tertarik menerapkan gentle parenting atau memilih lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan tidak terlalu konvensional.
Di sisi lain, orangtua Gen Z juga sangat memprioritaskan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional anak. Namun, paparan media sosial yang begitu besar terkadang membuat mereka merasa harus menjadi "orangtua sempurna" seperti yang ditampilkan di internet.
"Gen Z menghargai ekspresi diri dan cenderung menolak norma-norma tradisional sehingga lebih terbuka untuk mengeksplorasi berbagai gaya pengasuhan. Secara psikologis, anak-anak dari orangtua Gen Z berpotensi memiliki kondisi mental yang lebih sehat karena kesehatan mental dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama," jelas Holly Schiff, PsyD.
Demikianlah, setiap generasi memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri dalam mengasuh anak. Tak ada gaya parenting yang sempurna, tetapi selalu ada hal baik yang bisa dipelajari untuk membantu anak tumbuh sehat, mandiri, dan bahagia.