Menariknya, tikus sawah rawa merupakan hewan semi akuatik yang sering beraktivitas di area lembap. Ia tak hanya lincah dan gesit, tapi memiliki kemampuan berenang yang sangat baik. Untungnya, spesies ini tak menghuni Indonesia dan hanya bisa ditemukan di wilayah Amerika Serikat. Di wilayah penyebaran alaminya, tikus sawah rawa juga menjadi hama dan tak memiliki manfaat langsung bagi manusia.
5. Tikus kaki putih menyebarkan hantavirus dan penyakit lain
Spesies dengan panjang maksimal 19 centimeter ini memiliki hubungan yang cukup unik dengan manusia. Dilansir iNaturalist, Peromyscus leucopus atau tikus kaki putih kerap dipelihara dan dijadikan objek percobaan oleh para ahli. Di sisi lain, hewan asli Amerika ini merupakan pembawa hantavirius yang sangat berbahaya. Selain hantavirus, bahkan tikus kaki putih juga bisa menyebarkan penyakit berbahaya lain seperti penyakit lyme. Bakteri berbahaya dengan nama ilmiah Borrelia burgdorferi juga bisa ditemukan di dalam tubuh tikus ini.
Ada banyak tikus yang bisa menyebarkan hantavirus yang tersebar di seluruh dunia. Kehadiran mereka juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia secara global. Karena itu, populasinya harus dikendalikan agar penyebaran hantavirus bisa ditekan. Jika menemukan salah satu tikus tersebut, kamu tak boleh sembarangan menyentuhnya jika tak ingin tertular hantavirus.