Menurut dia, praktik politik transaksional yang berbiaya tinggi, kampanye negatif dan kampanye hitam, menguatnya oligarki dan politik dinasti, serta rendahnya literasi dan moral politik masih menjadi pekerjaan rumah dalam penguatan demokrasi di Indonesia.
"Politik harus menjadi alat untuk mewujudkan kepentingan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum ke arah yang lebih baik," ujarnya.
Ia berharap ulama dan organisasi kemasyarakatan terus berperan sebagai mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta mengingatkan apabila terjadi penyimpangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kongres tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, para pimpinan MUI provinsi, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam tingkat nasional serta perwakilan perguruan tinggi dan pesantren.
Turut mendampingi Lodewijk, yakni Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam Heri Wiranto.