Beranda Umum Wamen Nezar: Saat AI Mulai Bertindak, Tata Kelola Tak Boleh Tertinggal

Wamen Nezar: Saat AI Mulai Bertindak, Tata Kelola Tak Boleh Tertinggal

Kecerdasan artifisial memasuki fase baru ketika AI tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mampu merencanakan, mengambil keputusan, dan mengeksekusi tindakan secara mandiri

0
Komdigi

Wamen Nezar menjelaskan rancangan regulasi Perpres Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI dirancang tidak hanya untuk mendorong inovasi, tetapi juga memastikan AI berkembang secara aman, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Pilar pertama yang disiapkan pemerintah adalah Human-Centered AI atau AI yang berpusat pada manusia. Prinsip ini menegaskan bahwa AI harus memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya," ungkapnya.

Pemerintah akan memastikan setiap keputusan yang berdampak besar tetap berada dalam pengawasan manusia, setiap algoritma yang memengaruhi publik dapat dijelaskan dan diaudit, serta pengembangan AI memperhatikan konteks sosial dan budaya Indonesia.

"Pilar kedua adalah penerapan tata kelola berbasis risiko. Dalam pendekatan ini, sistem AI yang memiliki tingkat risiko tinggi akan diwajibkan menjalani penilaian risiko sejak tahap perancangan," tambahnya.

Wamen Nezar Patria menegaskan bahwa pemerintah juga akan menerapkan kewajiban transparansi, termasuk pengungkapan model AI, pemberitahuan kepada pengguna, serta pelabelan yang jelas terhadap konten yang dihasilkan AI.

"Untuk sektor-sektor strategis seperti kesehatan dan keuangan, mitigasi risiko akan disusun sesuai karakteristik masing-masing sektor," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan upaya pemerintah membangun ekosistem AI yang mampu menjaga keseimbangan antara percepatan inovasi dan perlindungan kepentingan publik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait