“Kita ingin pembangunan di Payakumbuh tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga tetap berlandaskan adat dan budaya. Ninik mamak adalah tonggak dalam menjaga nilai itu agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak para ninik mamak untuk kembali menggerakkan peran generasi muda, khususnya para kemenakan, agar ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah di masa mendatang.
“Kami berharap ninik mamak dapat terus membimbing dan mengajak para kemenakan agar memiliki kepedulian terhadap kampung halaman. Generasi muda harus dilibatkan sejak sekarang agar mereka menjadi bagian dari pembangunan Kota Payakumbuh ke depan,” katanya.
Zulmaeta juga mengingatkan pentingnya peran ninik mamak dalam menjaga dan mengayomi para kemenakan agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif, terutama penyalahgunaan narkoba.
“Kami juga berharap ninik mamak dapat terus mengayomi dan membimbing para kemenakan agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan pergaulan yang merusak masa depan. Peran ninik mamak sangat besar dalam mengarahkan generasi muda agar tetap berada di jalan yang benar,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Lamposi Tigo Nagori Atemugiarae menyampaikan dukungan penuh terhadap ajakan Wali Kota Payakumbuh untuk melibatkan ninik mamak dalam pembangunan daerah.