Dari sinilah uang operasional imaret berasal: aset wakaf seperti lahan, properti sewaan, dan sumber pendapatan lain diikat secara hukum untuk membiayai pelayanan publik. Singer juga menulis bahwa imaret membuka ruang untuk memahami “realitas sosial, tekanan ekonomi, ambisi politik, praktik-praktik bermanfaat, dan dorongan spiritual” yang melahirkan lembaga filantropi khas Kekhatifahan Utsmani.
Ramadhan, I’tikaf, dan Martabat Orang Lapar
Pada bulan Ramadhan, fungsi Mihrişah Valide Sultan Imaret menjadi semakin nyata. Kawasan Eyüp Sultan dipadati warga yang berbuka, shalat malam, dan memperbanyak ibadah hingga larut, sementara kebutuhan pangan bagi kelompok rentan ikut meningkat.
Di saat seperti itu, imaret menjadi penyangga sosial: menyediakan makanan panas bagi mereka yang miskin, lanjut usia, tinggal sendiri, atau tidak punya dapur yang layak. Perannya mendukung jamaa yang sedang i’tikaf (berdiam diri di masjid) paling aman dipahami bukan sebagai program formal tersendiri—karena saya belum menemukan sumber publik yang tegas soal itu—melainkan sebagai penopang ekosistem ibadah Ramadhan di sekitar Eyüp Sultan.