Beranda Internasional Trump Sebut Pemimpin Tertinggi Baru Iran "Tidak akan Bertahan Lama" Tanpa Persetujuannya

Trump Sebut Pemimpin Tertinggi Baru Iran "Tidak akan Bertahan Lama" Tanpa Persetujuannya

Para pekerja medis berpartisipasi dalam unjuk rasa di depan sebuah rumah sakit yang rusak akibat serangan Amerika Serikat-Israel, di Teheran, Iran, pada 7 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

0
Xinhua

CARAPANDANG.COM, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (8/3) mengancam bahwa pemimpin tertinggi baru Iran "tidak akan bertahan lama" tanpa persetujuannya.

   "Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan ABC News. "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," imbuh Trump.

   "Saya tidak ingin orang-orang harus (mengalami situasi ini) kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," katanya.

   Majelis Pakar Iran telah menyelesaikan keputusan mengenai pemimpin tertinggi barunya, demikian dilaporkan kantor berita semi-resmi Mehr pada Minggu. Trump sebelumnya mengatakan dirinya harus dilibatkan secara pribadi dalam memilih pemimpin Iran berikutnya.

   Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, puluhan pejabat senior dan komandan militer, serta ratusan warga sipil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait