Sementara itu, mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Laksamana Muda Neil Morisetti, yang berpengalaman menavigasi kapal perang Inggris di kawasan tersebut pada 1980-an dan 1990-an, memperingatkan bahwa risiko saat ini terlalu besar untuk menjamin keselamatan kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Menurutnya, ancaman saat ini kemungkinan terlalu tinggi untuk melakukan operasi pengawalan kapal tanker.