Selain itu, makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk dan tomat dapat dikonsumsi untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi.
Vitamin B12
Dr. Prajapti menyampaikan bahwa vitamin B12 menjaga saraf tetap sehat, mendukung fungsi otak, serta membantu pembentukan sel darah merah dan sintesis DNA.
Kekurangan vitamin B12 antara lain ditandai dengan gejala seperti sering kelelahan yang berlarut-larut, kesemutan di tangan atau kaki, konsentrasi yang memburuk, dan perubahan suasana hati.
Kebutuhan vitamin B12 bisa dipenuhi dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, telur, ikan, dan daging.
Folat
Pemenuhan kebutuhan folat atau vitamin B9 utamanya penting sebelum dan selama kehamilan untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel, membantu mengurangi risiko kelainan perkembangan, serta berkontribusi imunitas dan kesehatan secara keseluruhan.
Kecukupan asupan folat sebelum dan selama kehamilan penting untuk mendukung kesehatan janin dan menurunkan risiko cacat lahir.
Selain itu, defisiensi folat bisa menyebabkan risiko anemia dan penurunan daya tahan tubuh.
Zat gizi ini antara lain terkandung dalam sayuran berwarna hijau tua seperti brokoli, asparagus, alpukat, jeruk, kacang tanah, kacang lentil, dan biji-bijian utuh.