Selanjutnya, Kepala SMK Ma’arif Nahdlatul Ulama 1 Ajibarang, Tosirin, juga merasakan dampak positif pascarevitalisasi. Sebelum revitalisasi, ia menyebut sekolahnya kerap menghadapi keterbatasan sarana ruang kelas yang belum sepenuhnya memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Kini, revitalisasi telah rampung dan membawa semangat serta antusiasme tinggi murid untuk bersekolah. “Puji syukur dengan adanya dua ruang kelas baru kebutuhan ruang kelas kami dapat terpenuhi. Sekarang kami memiliki ruang kelas yang lebih representatif untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang nyaman untuk murid,” kata Tosirin.
Cerita serupa juga diutarakan oleh Kepala SDN 2 Sokawera Cilongok, Endah Martdiyatun Wijaya. Ia menceritakan bahwa program ini membawa perubahan signifikan terhadap kondisi sekolah yang sebelumnya mengalami keterbatasan fasilitas, khususnya atap ruang kelas. Sebelum revitalisasi, kondisi atap sekolah kerap bocor saat hujan dengan intensitas tinggi, seluruh ruang kelas sering tergenang air sehingga murid dan guru harus kerja bakti membersihkan ruang kelas sebelum kegiatan belajar.