“Trump merasakan tekanan ekonomi, dan itu adalah titik lemahnya dalam perang ini,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Sabtu, 18 April 2026.
Kekhawatiran juga datang dari kalangan analis kebijakan luar negeri. Gregory Poling dari Center for Strategic and International Studies menilai konflik ini mencerminkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan pemerintah AS.
“Perang ini menunjukkan pemerintah bisa bertindak tidak terduga tanpa banyak mempertimbangkan konsekuensi,” katanya.
Dari dalam negeri, tekanan politik terhadap Trump juga semakin menguat. Chuck Coughlin melihat adanya penolakan yang mulai meluas, bahkan dari basis pendukungnya sendiri.
“Sebagian masyarakat, termasuk pendukungnya, mulai menentang kebijakan ini. Dan pada akhirnya, ada harga yang harus dibayar,” ujarnya.
Sulit Kalahkan Iran, Posisi Presiden Trump Semakin Terpojok
Kesulitan AS dalam menguasai Iran membuat Presiden Donald Trump semakin terpojok. Sebab, konflik ini membuat kondisi ekonomi AS semakin tertekan.