CARAPANDANG.COM, MELBOURNE -- Penelitian terbaru mengungkap bagaimana jaringan telinga khusus memungkinkan anjing laut untuk mendengar dengan baik di bawah air maupun darat, memberikan wawasan mengenai cara mamalia laut beradaptasi di lautan yang semakin bising.
Studi tersebut, yang dipimpin oleh para peneliti Australia dan Inggris, menemukan bahwa anjing laut purba berevolusi hingga memilik "pendengaran amfibi," yaitu kemampuan untuk mendengar secara efektif baik di udara maupun air, sejak lebih dari 26 juta tahun lalu, karakteristik yang penting bagi kelangsungan hidup mereka, menurut pernyataan yang dirilis oleh Universitas Monash Australia pada Rabu (15/7).
Temuan-temuan tersebut sangat relevan mengingat kebisingan laut yang dipicu aktivitas manusia semakin intens akibat pelayaran komersial, penggunaan sonar, dan konstruksi lepas pantai, ujar para peneliti, seraya menambahkan bahwa tanpa memahami pembanding (baseline) alami kemampuan pendengaran unik anjing laut, sulit untuk menilai dampak yang ditimbulkan oleh polusi suara terhadap spesies laut.
Studi tersebut, yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences, mengidentifikasi jaringan telinga khusus yang memungkinkan "pendengaran amfibi," sebuah "kekuatan super" di kalangan mamalia.