Beranda Kesehatan Studi: Tidak Ada Waktu "Aman" untuk Terpapar Sinar Matahari Tanpa Perlindungan

Studi: Tidak Ada Waktu "Aman" untuk Terpapar Sinar Matahari Tanpa Perlindungan

0
Studi: Tidak Ada Waktu

CARAPANDANG - Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa paparan sinar matahari, sekalipun dalam waktu singkat, pada jam-jam dengan intensitas sinar matahari rendah yang secara tradisional dianggap "aman" dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Temuan tersebut membantah asumsi yang telah lama beredar di bidang kesehatan masyarakat bahwa beraktivitas di luar ruangan pada pagi atau sore hari tidak membahayakan kulit, menurut pernyataan dari QIMR Berghofer Medical Research Institute Australia yang dirilis pada Rabu (1/7).

"Anda bisa mendapatkan dosis radiasi UV (Ultraviolet) yang sama dalam waktu singkat pada tengah hari atau dalam waktu yang lebih lama pada awal atau akhir hari. Penelitian kami menunjukkan bahwa total dosislah yang penting, tidak masalah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkannya," kata Profesor Rachel Neale dari QIMR Berghofer.

"Orang-orang berpotensi terlena dalam rasa aman ketika intensitas sinar matahari lemah, dan mereka menghabiskan waktu terlalu lama di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Kami telah menunjukkan bahwa hal itu menjadi masalah bagi kerusakan kulit," kata Neale, salah satu pemimpin studi yang dipublikasikan dalam jurnal Photochemistry and Photobiology tersebut.

Menurut penelitian tersebut, biopsi mengungkap kerusakan DNA dan respons stres seluler terlepas dari apakah paparan UV terjadi dengan cepat atau lebih lambat.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait