CARAPANDANG – Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid mengatakan bahwa partainya hingga saat ini belum menentuan sikap terkait wacana pemilihan kepala daerah dikembalikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Menurutnya, partainya masih menerima masukan dari DPW dan DPD partai mengenai wacana tersebut.
“Kami punya mekanisme di internal kami. Ya makanya sekarang kami ingin mendengarkan dari dewan pimpinan wilayah, dari dewan pimpinan daerah, ya dari kader-kader di daerah, ya bagaimanakah pandangan-pandangan mereka,” kata Kholid, Rabu, 14 Januari 2026.
Selanjutnya dia mengatakan dalam merespon wacana tersebut, partainya akan melakukan kajian akademis sehingga bisa mendapatkan jawaban lebih jernih, apakah pelaksanaan Pilkada perlu dilakukan evaluasi.
"Pilkada langsung ini sudah berjalan selama 20 tahun. Apa kira-kira evaluasinya? Penting dong, harus ada evaluasinya. Kita harus objektif, harus rasional, akademik apa evaluasi pilkada langsung selama 20 tahun, lalu kemudian apa alternatifnya," katanya.
Dia menekankan, bahwa PKS dalam mengambil sikap tidak akan terburu-buru. Hal ini penting dilakukan agar menghasilkan keputusan yang bijak.
"Jika memang ada koreksinya, nah itu harus kita bahas di atas meja, terbuka, transparan, partisipatif dengan masyarakat. Ya ini ingin kita dorong, kita tidak terlalu terburu-buru untuk membuat sebuah keputusan," ungkapnya.