Melalui kerja sama itu pula, murid memperoleh pelatihan komprehensif, meliputi teknik pengambilan sampel, pengolahan data, penelusuran referensi ilmiah, penulisan laporan penelitian, serta pemahaman etika riset.
Selain itu, pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional mendapatkan mentoring langsung dari periset BRIN sesuai bidang penelitian masing-masing, baik secara daring maupun luring di laboratorium riset BRIN.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Talenta BRIN Ajeng Arum Sari menekankan pengalaman praktik langsung menjadi kunci dalam membangun kompetensi riset yang berkelanjutan.
“Pembelajaran berbasis praktik memungkinkan murid memahami proses riset secara menyeluruh. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses eksperimen, analisis data, hingga penyusunan laporan ilmiah. Pendekatan ini sangat penting untuk membangun kemampuan riset yang berkualitas dan berdaya saing global,” kata Ajeng. dilansir antaranews.com