Beranda Kolom Serangan terhadap Iran Cerminkan Keretakan Transatlantik, Tingkatkan Risiko Ekonomi bagi Eropa

Serangan terhadap Iran Cerminkan Keretakan Transatlantik, Tingkatkan Risiko Ekonomi bagi Eropa

Orang-orang memegang sebuah poster dalam aksi unjuk rasa untuk menentang serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di Parliament Square di pusat kota London, Inggris, pada 28 Februari 2026. (Carapandang/Xinhua/Li Ying)

0
Xinhua

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan darurat terkait serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran di markas besar PBB di New York City pada 28 Februari 2026. (Carapandang/Xinhua/Xie E)

   DAMPAK SOSIOEKONOMI

   Bahkan meski tanpa keterlibatan militer langsung, Eropa turut merasakan dampak dari konflik tersebut melalui gangguan yang muncul di transportasi dan pasar energi.

   Minyak mentah Brent (Brent crude), yang merupakan acuan harga minyak internasional, melonjak sekitar 9 persen hingga di atas 85 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.870) per barel pada Selasa, level tertinggi sejak Juli 2024.

   Harian Prancis Le Monde menyebutkan bahwa lalu lintas kapal tanker di dekat Selat Hormuz hampir lumpuh. Harian itu juga memaparkan bahwa menurut sebuah grup pemilik kapal Prancis, puluhan kapal berbendera Prancis atau milik Prancis terjebak di Teluk tersebut.

   Krisis ini telah menyebabkan risiko besar bagi keamanan energi global, yakni gangguan terhadap aliran minyak dan Gas Alam Cair (LNG) melalui Hormuz, jalur yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak global dan perdagangan LNG global, kata Simone Tagliapietra, seorang peneliti senior di wadah pemikir (think tank) Bruegel.

   Guntram Wolff, seorang peneliti senior lainnya di Bruegel, mengatakan kenaikan harga energi akan menimbulkan guncangan perdagangan, mengikis daya beli, dan membebani pemulihan Eropa, sekaligus mendongkrak inflasi lebih tinggi lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait