Beranda Berita Serangan ke Andrie Yunus Upaya Sistematis Bungkam Para Aktivis

Serangan ke Andrie Yunus Upaya Sistematis Bungkam Para Aktivis

Menurut Didik serangan tersebut direncana sangat rapi. Dan ini merupakan sinyal bahwa ada upaya untuk membungkam suara kritis yang disuarakan oleh rakyat.

0
Istimewa

Menurutnya kekerasan terhadap aktivis kerap digunakan sebagai alat untuk membungkam suara-suara kritis yang mengawasi jalannya kekuasaan. Maka itu, dengan adanya peristiwaini demokrasi di Indonesia tengah menghadapi ancaman serius terhadap ruang sipil.

“Indonesia, yang sering dipuji sebagai demokrasi terbesar di Asia Tenggara, kini menghadapi jurang demokrasi. Data Komnas HAM menunjukkan peningkatan ancaman terhadap aktivis sejak 2020, termasuk intimidasi dan kekerasan fisik,” ujarnya.

Menurutnya, jika pola kekerasan terhadap aktivis terus berlanjut, dampaknya tidak hanya pada melemahnya demokrasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan publik dan stabilitas negara.

Dia menilai serangan tersebut dapat dimaknai sebagai upaya sistematis untuk membungkam para aktivis dan mempersempit ruang sipil di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi karena berfungsi sebagai mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan.

“Kritik dibutuhkan untuk pengawasan, jangan dinilai sebagai ancaman. Kritik berfungsi sebagai spion dan sensor agar tidak terjadi penyimpangan. Kebenaran hanya muncul melalui perdebatan bebas. Ketika kritik dibungkam dengan kekerasan, yang rusak bukan hanya individu, tetapi sistem pengawasan demokrasi itu sendiri,” katanya.

Kekerasan terhadap aktivis dapat menghambat gerakan masyarakat sipil serta melemahkan pengawasan terhadap praktik korupsi dan ketidakadilan. Secara khusus, ia mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mengusut kasus tersebut.

“Penyelidikan cepat dan transparan menjadi kunci. Polri harus memanfaatkan CCTV dan saksi untuk menangkap pelaku dalam waktu cepat,” tegasnya.

Selain itu, Didik juga mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap pembela HAM, termasuk melalui program perlindungan saksi yang lebih kuat.

Lebih jauh, Didik menilai perlu adanya reformasi sistemik, termasuk mempertimbangkan revisi aturan perlindungan terhadap pembela HAM agar memberikan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan. Ia menegaskan kebebasan berpendapat merupakan fondasi penting bagi peradaban demokratis.

“Serangan ini mengingatkan kita bahwa kebebasan berpendapat bukan hanya hak semata, tetapi pondasi peradaban. Mari dukung para aktivis, karena suara mereka adalah suara kita semua,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait