Rahman menjelaskan, kawasan Gadih Angik selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian penting di Kota Payakumbuh. Dengan dukungan panorama alam yang indah, kawasan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Festival yang digelar menjelang matahari terbenam itu juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), komunitas seni budaya, serta berbagai elemen masyarakat yang menampilkan beragam produk dan kreativitas lokal.
Menurut Rahman, keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan festival karena mampu menciptakan perputaran ekonomi secara langsung di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan komunitas kreatif yang selama ini menjadi bagian dalam pengembangan pariwisata daerah,” katanya.
Melalui penyelenggaraan Selatan Sunset Festival 2026, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap kunjungan wisatawan terus meningkat, kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya daerah semakin kuat, serta terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan potensi lokal.