Seorang demonstran mengangkat tangan yang ditulisi slogan "No War" dalam sebuah aksi unjuk rasa di Tel Aviv, Israel, pada 14 Maret 2026 yang digelar untuk memprotes serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran dan menuntut dihentikannya semua tindakan perang. (Carapandang/Xinhua/JINI/Tomer Neuberg)
"Saat ini, setiap misi di Selat Hormuz akan memerlukan peredaman ketegangan di kawasan tersebut," ujar Jetten saat berkunjung ke Berlin pada Senin.
Para analis mengatakan tekanan AS mungkin bertujuan untuk mendorong sekutu Eropa agar lebih terlibat. Markku Kangaspuro, direktur riset di Institut Aleksanteri dari Universitas Helsinki, meragukan apakah negara-negara anggota NATO harus ikut serta dalam sebuah perang yang "dilancarkan secara ilegal oleh AS dan Israel".
Dengan menyampaikan bahwa ini merupakan kali pertama Washington berupaya melibatkan negara-negara anggota NATO dalam perang melawan Iran, Kangaspuro mengatakan hal itu mengindikasikan bahwa AS melancarkan perang tersebut tanpa pertimbangan yang matang. "Dampaknya tidak dievaluasi secara memadai," ujarnya.