CARAPANDANG.COM, PBB -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam keras serangan drone yang menewaskan sedikitnya 60 orang, termasuk anak-anak dan tenaga kesehatan, terhadap Rumah Sakit Pendidikan El-Daein di Negara Bagian Darfur Timur, Sudan, pada Jumat (20/3), demikian disampaikan juru bicara Guterres pada Selasa (24/3).
Sejak April 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memverifikasi bahwa lebih dari 200 serangan merusak fasilitas-fasilitas kesehatan di Sudan, yang mengakibatkan lebih dari 2.000 korban jiwa, ungkap Stephane Dujarric, juru bicara sekjen PBB, dalam sebuah pernyataan.
"Sekjen PBB menuntut agar semua pihak mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional, yang secara khusus melindungi personel dan fasilitas medis, serta melarang serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan objek sipil," ujarnya.
Guterres menyerukan kepada pihak-pihak untuk segera meredam eskalasi pertempuran dan menyepakati penghentian permusuhan, kata Dujarric.
Guterres kembali menyampaikan seruan kepada pihak-pihak agar bekerja sama dengan para mediator, termasuk utusan pribadinya untuk Sudan, guna kembali ke meja perundingan dan mengupayakan gencatan senjata yang langgeng serta proses politik yang komprehensif, inklusif, dan melibatkan rakyat Sudan, tutur Dujarric.