Sementara itu, Pemprov Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara, terutama di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.
Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan berdasarkan data BMKG, jumlah hotspot kategori tinggi di 12 kabupaten turun dari 521 titik pada 19 Agustus menjadi 224 titik pada 20 Agustus.
"Pada 21 Agustus kemarin kembali mengalami penurunan dengan jumlah 32 titik. Tentunya penurunan hotspot ini akan menjadi target kami dalam penanganan karhutla dengan memasifkan keterlibatan satgas darat dan udara," kata Ridwan.
Ia mengatakan penurunan titik panas tersebut tidak terlepas dari penanganan intensif satgas darat dan udara bersama berbagai unsur untuk mencegah kebakaran meluas.
"BPBD Kalbar membagi operasi penanganan menjadi satgas darat dan satgas udara. Satgas darat berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Satpol PP untuk menentukan lokasi pemadaman dan pembasahan," ujarnya.