Dalam perbincangan dengan Gasman, Mahyeldi mengetahui bahwa pria tersebut sehari-hari bekerja sebagai penjual air tebu keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan, demi mencari penghasilan tambahan, ia kerap berjualan hingga ke berbagai daerah, termasuk ke Provinsi Riau.
Rumah yang ditempati Gasman sendiri berdiri di atas tanah yang telah dihibahkan oleh keluarga sukunya. Namun kondisi bangunan rumah tersebut sudah banyak yang memerlukan perbaikan.
“Di rumah ini tinggal suami istri dan enam anak. Kita melihat memang ada banyak bagian rumah yang perlu diperbaiki. Mudah-mudahan dengan bantuan ini beliau dapat tinggal di rumah yang lebih layak dan sehat,” kata Mahyeldi.
Gubernur juga mengaku tersentuh ketika mendengar cita-cita anak-anak Gasman yang ingin menjadi tentara dan polisi.
“Anak-anak beliau punya cita-cita yang luar biasa. Mudah-mudahan dengan rumah yang lebih baik nanti dapat mendukung kesehatan dan kenyamanan mereka sehingga impian tersebut bisa tercapai,” tambahnya.
Mahyeldi berharap proses pembangunan rumah tersebut dapat segera dilaksanakan sehingga keluarga Gasman bisa segera menempati rumah yang lebih layak.
Sementara itu, Gasman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah.
“Terima kasih banyak Pak Gubernur sudah datang ke rumah kami dan sahur bersama. Rumah kami memang sudah rapuh. Semoga bantuan ini dibalas oleh Allah SWT dengan pahala,” ujar Gasman dengan wajah haru.