“Masjid harus menjadi ruang pembentukan generasi muda yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga menaruh perhatian pada kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026, khususnya kelancaran transportasi dan keamanan masyarakat selama Idulfitri.
Ramadan Momentum Menjaga Persatuan
Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, perbedaan dalam penetapan awal Ramadan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
“Bulan suci ini adalah waktu menabur kebaikan dan mempererat persaudaraan. Perbedaan hendaknya menjadi ruang saling menghargai,” tegasnya.
Ia menilai Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dan aparat keamanan di tengah masyarakat.
Waspada Ancaman Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti persoalan narkotika yang masih menjadi tantangan serius di Sumatera Barat. Dari hampir seribu tahanan yang tercatat di wilayah hukum Polda Sumbar, sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda.
“Masalah terbesar kami saat ini adalah narkoba. Ini harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui penguatan iman, adab, dan disiplin sejak dini, termasuk membiasakan salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembentukan mental generasi muda.