Beranda Ekonomi Saat Ekonomi Terpuruk, Makanan Gratis Jadi Harapan di Sanaa, Yaman

Saat Ekonomi Terpuruk, Makanan Gratis Jadi Harapan di Sanaa, Yaman

Seorang relawan menyiapkan makanan untuk dibagikan di sebuah dapur amal di Sanaa, Yaman, pada 15 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Mohammed Mohammed)

0
Xinhua

   Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi mengambil alih ibu kota di wilayah utara, Sanaa, pada 2014. Perang berkepanjangan itu telah menciptakan salah satu krisis kemanusiaan paling parah di dunia.

   Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Yaman akan kembali menghadapi tahun penuh tantangan kemanusiaan yang parah, dengan lebih dari 22 juta orang diperkirakan membutuhkan bantuan pada 2026.

Para relawan menyiapkan makanan untuk dibagikan di sebuah dapur amal di Sanaa, Yaman, pada 15 Maret 2026. (Carapandang/Xinhua/Mohammed Mohammed)

   Bagi banyak keluarga di Sanaa, antrean harian di luar dapur amal kecil tersebut tetap menjadi sumber harapan dan bertahan hidup yang sederhana namun sangat penting.

   Namun, terlepas dari berbagai upaya bantuan yang terus berjalan, para pengamat lokal melaporkan bahwa jumlah warga yang mencari bantuan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, mencerminkan kesulitan ekonomi yang lebih luas yang dihadapi banyak rumah tangga.

   Selain konflik dalam negeri yang berlangsung, eskalasi krisis regional turut menambah ketidakpastian.

   Kekhawatiran kemanusiaan meningkat di tengah ketegangan regional yang dipicu oleh serangan Israel-Amerika Serikat terhadap Iran, yang dikhawatirkan dapat meluas ke Yaman dan semakin memperburuk kondisi di negara tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait