Beranda Internasional Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban Tewas dan Luka dalam Protes Besar

Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban Tewas dan Luka dalam Protes Besar

Protes yang bermula dua minggu lalu di ibu kota atas kesulitan ekonomi kini telah meluas ke lebih dari 100 kota di semua provinsi.

0
Tangkapan layar laporan BBC di Teheran

Kekuatan keamanan Iran sering menggunakan senapan yang menembak peluru berisi kepingan logam (pellet) dalam konfrontasi dengan pengunjuk rasa.

Seorang dokter dari Kashan melaporkan banyak korban terkena di mata.

Presiden AS Donald Trump bereaksi dengan menulis di media sosial.

"Iran sedang melihat kebebasan, mungkin seperti belum pernah sebelumnya. AS siap membantu!!!" Sebelumnya, AS telah mengulangi peringatan bahwa pembunuhan terhadap pengunjuk rasa akan dihadapi dengan respons militer. Iran menyalahkan AS karena mengubah protes damai menjadi apa yang disebutnya kerusuhan," tulis Presiden Donald Trump di media sosial.

Otoritas Iran telah memberlakukan pemadaman internet hampir total sejak Kamis malam, menyulitkan verifikasi informasi.

Polisi Iran menyangkal ada korban tewas di Teheran pada Jumat malam, tetapi mengakui 26 gedung dibakar.

Seorang saksi mata mengatakan generasi Z Iran berperan instrumental mendorong orang tua dan generasi lebih tua untuk turun ke jalan dan bergabung dalam protes, mendesak mereka untuk tidak takut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait