CARAPANDANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mencatat sebanyak 5.295 jiwa masih terisolasi akibat banjir yang meluas hingga Sabtu (18/4/2026), setelah curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Ogan meluap.
Banjir yang memasuki hari kelima ini kini merendam 16 desa dan kelurahan di lima kecamatan, yaitu Baturaja Timur, Baturaja Barat, Peninjauan, Lubuk Batang, dan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) . Ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1,5 meter.
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan banjir susulan dari kejadian sebelumnya pada Rabu (15/4) yang hanya melanda delapan desa.
"Dalam catatan kami, banjir di hari kelima ini semakin meluas. Wilayah terdampak terus bertambah hingga 16 desa," ujar Januar di Baturaja, Sabtu (18/4/2026)
Berdasarkan pendataan terbaru BPBD, sebanyak 1.277 unit rumah terendam banjir dengan jumlah korban terdampak mencapai 5.295 jiwa yang tersebar di 1.413 kepala keluarga. Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam bencana ini.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, dengan lima desa masih tergenang banjir cukup tinggi meliputi Desa Bunglai, Kedaton, Kampai, Lubuk Kemiling, dan Desa Suka Pindah. Di kecamatan ini, tercatat 579 unit rumah terendam banjir.
BPBD OKU telah menerjunkan personel ke lokasi bencana dan menyiagakan satu unit perahu karet untuk membantu mobilitas warga yang terisolasi.