Beranda Internasional RI Tuntut PBB Selidiki Serangan Israel Terhadap Prajurit TNI di UNIFIL

RI Tuntut PBB Selidiki Serangan Israel Terhadap Prajurit TNI di UNIFIL

Perwakilan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi menuntut penyelidikan PBB yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Indonesia dalam misi UNIFIL akhir Maret 2026.

0
Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB Umar Hadi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Situasi di Timur Tengah; Lebanon

Indonesia menegaskan komitmennya terhadap perdamaian dunia serta mendesak Dewan Keamanan bertindak tegas, bersatu, dan jelas dalam merespons insiden tersebut.

Ia menyatakan Indonesia bersama Prancis meminta pertemuan Dewan Keamanan sebagai wujud komitmen jangka panjang terhadap operasi penjaga perdamaian PBB sejak 1957.

Umar menyampaikan duka mendalam sekaligus kemarahan atas serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI, serta mengapresiasi solidaritas dari anggota Dewan Keamanan dan komunitas internasional.

Ia memberikan penghormatan kepada Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar (33), Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan (25), dan Prajurit Kepala Fahrizal Rhomadhon (27) yang gugur dalam tugas.

Fahrizal gugur di pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, sementara Zulmi dan Muhammad tewas dalam serangan terhadap konvoi logistik di Bani Hayyan.

Indonesia menilai serangan tersebut tidak dapat diterima dan menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, PBB, serta komunitas internasional yang menjunjung tinggi perdamaian.

Selain korban jiwa, lima personel lainnya mengalami luka, yakni Kapten Sultan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Prajurit Deni Rianto.

“Para penjaga perdamaian ini gugur dan terluka saat menjalankan mandat Dewan Keamanan,” ujar Umar.

Indonesia mendesak pemulangan jenazah dilakukan secara cepat, aman, dan bermartabat, serta meminta perawatan optimal bagi personel yang terluka agar segera pulih sepenuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait