Pada akhir 2025, beredar informasi penetapan kuota impor GPS untuk tahun 2026 sebanyak 800.000 ekor, meningkat dari realisasi impor tahun 2025 yang mencapai 578.000 ekor.
Pardjuni menjelaskan, dengan impor 578.000 GPS pada 2025, Indonesia berpotensi memproduksi lebih dari 80 juta DOC (Day Old Chick) per minggu pada 2027, sementara kebutuhan nasional hanya sekitar 65 juta per minggu.
Dampak dari kuota impor biasanya baru terasa dua tahun setelah impor dilakukan. "Sebagai estimasi bahwa satu GPS nanti berpotensi menghasilkan DOC FS (Final Stock) pada dua tahun berikutnya sebanyak 150-an ekor per minggu," terangnya.
"Dengan asumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan 100 persen dengan lauk menggunakan daging ayam, seharusnya kuota impor cukup dengan jumlah seperti tahun lalu, maksimal 600.000 GPS saja," kata Pardjuni.
Ia memperingatkan jika kuota impor 800.000 GPS tahun ini benar-benar terealisasi, maka oversupply diprediksi akan terjadi pada tahun 2028.