Sektor penerbangan juga terkena imbasnya. Maskapai Jetstar mengonfirmasi telah mengurangi jadwal penerbangan akibat kenaikan harga avtur, dengan satu dari 10 penerbangan bulan Mei 2026 terdampak, termasuk rute domestik Selandia Baru dan penerbangan antara Auckland dengan Sydney dan Brisbane.
Pemerintah Australia juga memperketat pengawasan terhadap praktik penimbunan dan kenaikan harga tidak wajar.
Rancangan undang-undang dengan sanksi lebih berat tengah dibahas di parlemen, dengan denda maksimal dinaikkan dari 50 juta dolar Australia menjadi 100 juta dolar Australia bagi pelaku kartel atau tindakan menyesatkan terkait harga BBM.
Sementara itu, warga Australia diimbau untuk tidak melakukan panic buying. Wakil Perdana Menteri Richard Marles meminta masyarakat menjalankan aktivitas seperti biasa, seraya menjamin pemerintah akan terus berupaya mengatasi situasi.