Meski demikian, ia mengakui angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Gorontalo sebesar 12,62 persen dan nasional sebesar 8,25 persen.
“Permasalahan kemiskinan memang sangat kompleks dan menjadi tantangan nasional maupun daerah, sehingga tetap menjadi fokus utama pemerintah,” ungkapnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di Kabupaten Pohuwato juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran turun dari 3,46 persen pada tahun 2023 menjadi 2,83 persen pada tahun 2025, melampaui target RPJMD sebesar 3,0 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pohuwato meningkat dari 68,67 pada tahun 2022 menjadi 70,59 pada tahun 2025, sesuai dengan target RPJMD sebesar 70,5. Selain itu, tingkat kesenjangan pendapatan atau gini ratio juga mengalami penurunan dari 0,413 pada tahun 2024 menjadi 0,392 pada tahun 2025, melampaui target RPJMD sebesar 0,40.
Capaian signifikan lainnya terlihat pada realisasi investasi yang mengalami peningkatan pesat. Pada tahun 2022, realisasi investasi tercatat sebesar Rp986.245 juta dan meningkat drastis pada tahun 2025 menjadi Rp4.151.073.023.425 atau naik sebesar 421 persen.
“Selama empat tahun terakhir, Kabupaten Pohuwato menyumbang realisasi investasi tertinggi di Provinsi Gorontalo,”kata Saipul.