“Kami akan menyeriusi proses perizinan. Jika semuanya berjalan lancar, maka pada bulan Maret atau setelah Lebaran kami sudah mulai melakukan pembangunan pabrik,”terangnya.
Terkait tenaga kerja, Roy menyebut pada tahap awal perusahaan akan merekrut lebih dari 150 orang, dan ke depan bisa mencapai 500 tenaga kerja seiring perkembangan perusahaan. Ia memastikan sekitar 90 persen tenaga kerja akan diprioritaskan dari masyarakat lokal.
“Untuk manajemen kemungkinan masih menggunakan tenaga dari perusahaan. Namun jika ke depan sudah ada putra daerah yang mampu, maka akan diisi oleh tenaga lokal sepenuhnya,”ujarnya.
Lebih lanjut, Roy mengungkapkan bahwa perusahaan tidak hanya bergerak pada pengolahan kopra, tetapi juga berpotensi mengembangkan produk turunan seperti santan, coconut product lainnya, hingga agar-agar. Bahkan batok kelapa akan diolah menjadi arang yang direncanakan untuk kebutuhan baterai ekspor.
“Jika dermaga sudah besar dan mendukung, maka kami akan melangkah ke pasar ekspor,”tambahnya.
Selain kelapa, pihak perusahaan juga membuka peluang untuk menampung hasil bumi lokal lainnya yang dapat disimpan dalam jangka panjang di gudang penyimpanan.
“Mohon doa restunya dari segenap warga Kabupaten Pohuwato agar diberikan kelancaran atas terlaksana program kami di Kabupaten Pohuwato,”tutup Roy Rosfiano.