Dia menyebut "permusuhan yang telah berlangsung lama" serta "sanksi tidak manusiawi" yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan para sekutunya sebagai penyebab utama penderitaan rakyat Iran.
Ketegangan diplomatik semakin meningkat sebelumnya pada Sabtu ketika Khamenei menyebut Trump sebagai seorang "penjahat" dan menudingnya bertanggung jawab atas korban jiwa serta kerusakan yang terjadi selama periode kerusuhan dalam negeri baru-baru ini di Iran.
Hubungan antara Teheran dan Washington masih tegang sejak Trump kembali ke Gedung Putih, ditandai dengan kelanjutan kebijakan "tekanan maksimum" serta seringnya konfrontasi verbal antara kepemimpinan kedua negara tersebut.
Sumber: Xinhua