Pezeshkian secara terbuka mempertanyakan tujuan perang yang dilakukan Washington terhadap negaranya.
"Kepentingan sebenarnya dari rakyat Amerika yang manakah yang dilayani oleh perang ini?" tanyanya dalam surat tersebut.
Ia juga meragukan apakah slogan "America First" benar-benar menjadi prioritas pemerintahan AS saat ini, dengan menuduh bahwa Amerika Serikat bertindak sebagai "proksi bagi Israel" dalam konflik yang sedang berlangsung.
"Apa yang Israel lakukan adalah berusaha melawan Iran 'sampai prajurit Amerika terakhir dan dolar terakhir pembayar pajak Amerika' demi mengejar kepentingan ilegal mereka," tegas Pezeshkian.
Pezeshkian juga memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur vital Iran, termasuk fasilitas energi dan industri, merupakan kejahatan perang yang langsung menyasar rakyat Iran.
"Serangan semacam itu tidak hanya merupakan kejahatan perang, tetapi konsekuensinya melampaui perbatasan Iran," tulisnya.
Surat terbuka ini dirilis hanya beberapa jam sebelum Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berpidato mengenai Iran.
Konflik antara Iran dan AS-Israel memanas setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026 di Teheran dan beberapa kota lain yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, dan warga sipil.