Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menyatakan kesiapan mendukung implementasi program, namun masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut terkait skema, segmentasi, serta mekanisme penyaluran. Bank Mandiri memastikan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Sementara itu, sejumlah ekonom mewanti-wanti risiko kebijakan ini. Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai bunga kredit yang dipatok tanpa memperbaiki struktur biaya di hulu berpotensi menekan profitabilitas perbankan dan meningkatkan risiko kredit macet.
Ekonom Celios Nailul Huda menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya telah memiliki skema KUR dengan bunga sekitar 6 persen yang disubsidi. Jika bunga diturunkan menjadi 5 persen, beban subsidi berpotensi meningkat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperingatkan agar kebijakan ini diikuti seleksi ketat. Tanpa desain yang tepat, bunga rendah berisiko menjadi kebijakan populis jangka pendek yang mahal secara fiskal dan mengganggu stabilitas perbankan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah masih menyusun petunjuk teknis pelaksanaan program kredit bunga 5 persen tersebut.