CARAPANDANG - Kepemimpinan nasional harus dibangun di atas nilai persatuan, keadilan, serta kejernihan hati.
Pesan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro memperingati 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026.
Menurut Prabowo seorang pemimpin tidak boleh membawa perasaan pribadi seperti dendam, kebencian, maupun dengki, karena hal tersebut berpotensi merusak keutuhan bangsa.
Atas dasar itu, maka dirinya mengingatkan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar yakni harus mampu menjaga keharmonisan dan persatuan nasional.
“Tidak boleh pemimpin punya dendam, tidak boleh pemimpin punya rasa benci, tidak boleh pemimpin punya rasa dengki, tidak boleh pemimpin selalu mencari-cari kesalahan pihak lain,” kata Prabowo.