Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab pasti kematian.
"Jadi kita menunggu hasil Labfor. Dugaan sementara penyebab kematian masih ada dua, yaitu akibat dari gas yang ditimbulkan oleh kompor gas pada saat barbeque malam hari atau yang kedua adalah makanan," ujar Anwar di Mapolda Jateng, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan kondisi pintu tenda serta ventilasi kanan dan kiri dalam posisi tertutup rapat saat korban ditemukan.
Sementara kompor gas portabel yang digunakan untuk memasak ditemukan tepat di depan pintu masuk tenda.
"Berdasarkan hasil olah TKP kami, diduga asap CO ini masuk ke dalam tenda. Karena tenda berbentuk limas, dimungkinkan gasnya terperangkap di dalam tenda tersebut. Saksi ketika menemukan korban ini sedang dalam kondisi tertidur, sementara ventilasi kanan dan kiri tenda, serta pintu tenda tertutup rapat," jelas Komang.
Polisi menduga para korban meninggal dunia saat sedang beristirahat pada malam hari setelah menghirup gas berbahaya yang terakumulasi di dalam tenda tanpa sirkulasi udara yang memadai.
Keluarga tersebut diketahui tiba di lokasi wisata pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 21.05 WIB dan langsung menempati Tenda Glamping Safari Nomor 3.