Kendati dipaksa menelan kekalahan, Kurniawan tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Dia menyadari kekalahan ini memberikan tekanan besar kepada pemain di pertandingan terakhir grup, namun performa kerja keras anak asuhnya tidak boleh dipandang sebelah mata.
Kurniawan meminta publik tetap memberikan dukungan moral dibandingkan melontarkan kritik tajam yang bisa merusak kepercayaan diri para pemain. Menurutnya, perkembangan mental jauh lebih krusial dibandingkan sekadar hasil akhir, karena para pemain ini merupakan aset jangka panjang bagi sepakbola Indonesia.
“Kami mengendalikan pertandingan, tapi beberapa peluang tidak menjadi gol. Saya memohon maaf dengan hasil yang kurang memuaskan ini, tapi saya tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain. Tentunya hal ini menjadi bahan evaluasi tim ke depan,” ucap Kurniawan.
“Saya mohon apa namanya kita tetap support adik-adik kita ini karena mereka masih di bawah 17 tahun," ucapnya. Saya tidak mau kekalahan ini menjatuhkan mental mereka, karena usia ini masih sensitif.”
Meski peluang lolos ke semi-final kini menipis, harapan belum sepenuhnya tertutup bagi Indonesia. Kurniawan menegaskan tim pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk mempersiapkan strategi yang lebih matang. “Sepakbola itu apa pun bisa terjadi, kami akan berjuang 90 menit lawan Vietnam,” pungkasnya. Dilansir goal.com