Kisah Ashabul Kahfi merupakan bukti kekuasaan Allah. Secara logika, tentu mustahil manusia mampu tidur selama 309 tahun. Namun inilah kehendak Allah. Sebagai orang beriman, kita harus percaya bahwa peristiwa itu nyata dan bagian dari kekuasaanNya.
Allah sejatinya selalu menunjukkan kekuasaanNya kepada manusia. Tanda-tanda kebesaran Allah bisa kita saksikan di bumi dan langit. Dengan begitu, manusia bisa membedakan mana benar dan mana bathil. Kemampuan untuk merenungi tanda-tanda kebesaran Allah merupakan kunci menuju iman.
Meminta Petunjuk dan Pertolongan Hanya kepada Allah
Dari kisah Ashabul Kahfi, kita belajar tentang hal yang seharusnya dilakukan orang beriman, yaitu meminta pertolongan hanya kepada Allah.
Surat Al Kahfi menceritakan bahwa pemuda-pemuda tersebut berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah. Di ayat 10 disebutkan, “(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
Para ulama menjelaskan bahwa kondisi pemuda Ashabul Kahfi mencerminkan beberapa hal penting, diantaranya:
- Usaha untuk lari dari fitnah.
- Menuju tempat baru untuk menyelamatkan keimanan.
- Dengan penuh ketundukan, hanya berharap pada Allah agar urusan mereka dimudahkan.