Berbagai firma hukum besar dan kecil telah memobilisasi tim khusus untuk menangani gelombang litigasi ini. Firma hukum Crowell & Moring tercatat telah mengajukan setidaknya 150 kasus, mewakili klien-klien besar seperti raksasa gudang anggota Costco, produsen kosmetik Revlon, serta pembuat kacamata Ray-Ban, EssilorLuxottica.
Sementara itu, Sidley Austin, firma hukum besar lainnya, juga tercatat menangani lebih dari 150 gugatan tarif atas nama klien seperti peritel pakaian J. Crew, perusahaan bioteknologi Illumina, perusahaan makanan Dole, serta raksasa minuman keras Diageo.
Firma hukum khusus perdagangan yang lebih kecil pun tidak ketinggalan. Grunfeld, Desiderio, Lebowitz, Silverman & Klestadt, firma dengan 40 pengacara, telah mengajukan lebih dari 300 gugatan tarif, mewakili merek-merek mewah seperti Prada dan Dolce & Gabbana.
Joseph Spraragen, mitra di firma tersebut, mengungkapkan bahwa klien membayar biaya tetap untuk memulai kasus mereka.
Salah satu penggugat utama dalam kasus ini, Waldemberg, CEO perusahaan mainan edukasi Learning Resources, menyuarakan keyakinannya bahwa pemerintah tidak memiliki alasan untuk menunda pengembalian dana.
"Mereka tahu dengan jelas apa yang mereka ambil dari kami, kapan, mengapa, dan berapa banyak. Mereka bisa mengembalikan barang tersebut kepada kami," tegas Waldemberg kepada media, seperti dikutip dari laporan Global Times .