Beranda Ekonomi Perry Warjiyo Optimis Nilai Tukar Rupiah Menguat Secara Fundamental

Perry Warjiyo Optimis Nilai Tukar Rupiah Menguat Secara Fundamental

Di pasar valuta asing, BI secara aktif melakukan intervensi di berbagai lini, baik di pasar tunai, spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, maupun intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) di Asia, Eropa, dan Amerika.

0
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Antara)

CARAPANDANG - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat secara fundamental, meski menghadapi tekanan jangka pendek akibat ketidakpastian global dan inflasi pangan.

Keyakinan tersebut didasarkan pada inflasi inti yang rendah dan terkendali sebesar 2,38 persen (year-on-year/yoy), pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, imbal hasil investasi yang menarik, serta komitmen BI dalam menjaga stabilitas.

"Tekanan pada rupiah sekarang adalah faktor-faktor teknis karena ketidakpastian global yang meningkat. Ke depan, kami meyakini rupiah akan menguat secara fundamental," ujar Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (28/1/2026) seperti dikutip Antaranews.

Ia menekankan bahwa kenaikan inflasi yang terjadi saat ini terutama didorong oleh kenaikan harga pangan (volatile food) sebagai dampak cuaca ekstrem dan gangguan distribusi, bukan inflasi fundamental.

Inflasi inti yang rendah mencerminkan kapasitas perekonomian Indonesia yang masih besar.

Bank Indonesia memperkirakan kapasitas produksi nasional dalam dua tahun ke depan berada pada kisaran 5,8 hingga 6,2 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi riil pada triwulan III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen (yoy).

"Dengan pertumbuhan yang masih di bawah 5,8 sampai 6,2 persen itu, menunjukkan kenapa inflasi inti kita rendah," jelas Perry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait