Menurutnya ini bukan hadiah yang menyejahterakan, melainkan hadiah yang membebani. “Buruh tetaplah “kamu butuh” butuh pekerjaan, butuh kepastian, dan butuh perlindungan,” pungkasnya.
Hadiah tersebut bukan berupa kepastian kerja, melainkan akses terbatas ke pekerjaan yang bisa berakhir kapan saja.