Para ahli memperkirakan bahwa beberapa bahan kimia dalam cairan vape mungkin dapat meningkatkan kekakuan pembuluh darah sehingga menyulitkan darah untuk dipompa.
Temuan itu pun muncul di tengah peringatan para ahli kesehatan terkait semakin banyaknya bukti bahwa rokok elektrik yang sedang tren saat ini dapat merusak pembuluh darah, jantung, dan otak secara serius.
Artikel itu juga menyebut sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vape bisa menjadi “pintu masuk” bagi kebiasaan minum alkohol dan penggunaan narkoba, di mana remaja yang memakai vape tercatat tiga kali lebih berisiko mengonsumsi alkohol, merokok konvensional, atau ganja ketika dewasa.
Oleh karena itu, temuan tersebut menekankan bahwa vape bukan lah alternatif yang sepenuhnya aman dan bebas risiko dibandingkan rokok tembakau konvensional.
“Memang ada pergeseran dari merokok ke vaping, tetapi kekhawatiran saya adalah kita justru menggantikan satu zat yang sangat adiktif dengan zat lain yang sama-sama bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah," kata Profesor Susanna Price, juru bicara European Society of Cardiology sekaligus ahli kardiologi National Health Service di London.