Selain itu, dukungan pemerintah pusat melalui program mudik bersama serta kebijakan mudik gratis juga dinilai turut mendorong perputaran ekonomi di daerah. Faktor lain seperti libur panjang dan meningkatnya keinginan masyarakat pulang kampung pascabencana di sejumlah daerah juga menjadi pendorong.
Di sisi lain, Mahyeldi menekankan pentingnya pemanfaatan peluang dari pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol, yang diyakini akan mempercepat konektivitas dan membuka akses ekonomi baru.
Ia memproyeksikan adanya perputaran dana dalam jumlah besar dari berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.
“Jika perputaran dana tersebut dapat dioptimalkan di Sumatera Barat, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Untuk itu, Mahyeldi mendorong penggunaan material lokal serta pelibatan kontraktor daerah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Momentum tahun 2026 ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, mulai dari Lebaran, program rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pengembangan akses infrastruktur,” ujarnya.
Selain sektor infrastruktur, Gubernur juga menyoroti potensi sektor pertanian di Dharmasraya yang dinilai strategis untuk dikembangkan melalui penguatan hilirisasi industri.
Sementara itu Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menyampaikan rapat koordinasi tersebut sangat penting dalam memastikan keselarasan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten.