Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, modern, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
"Kami ingin memastikan bahwa program revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah, baik bagi siswa maupun guru. Perbaikan sarana prasarana seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang belajar menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas," ujar Fajar dalam kunjungannya ke Sukabumi, Maret 2026 lalu.
Revitalisasi perpustakaan juga menjadi prioritas bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah terdampak bencana.
Seperti yang terjadi pada SDN Tando di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang sempat viral karena murid-muridnya belajar di bawah pohon. Sekolah tersebut menjadi prioritas revitalisasi dengan pembangunan satu ruang perpustakaan baru.