Selain pencak silat, pria kelahiran Jakarta 12 Februari 1983 itu ternyata juga pernah ingin menjadi pemain sepak bola. Ketika sedang tidak berlatih pencak silat Iko akan menekuni olahraga yang satu ini. Ia juga pernah tergabung menjadi pemain di Liga-B klub sepakbola Indonesia dan menempati posisi gelandang. Tetapi karena klubnya mengalami kebangkrutan, Iko kemudian memilih untuk fokus dengan ilmu bela dirinya. Pencak silat yang dilakoni ternyata mampu membawanya keliling dunia. Dirinya telah mengikuti peragaan pencak silat di Inggris, Prancis, Rusia, Laos, dan Kamboja.
Di tahun 2008, Iko pernah bekerja sebagai sopir. Kala itu dirinya harus menyambung hidup sehingga ia memutuskan untuk mengurus SIMA. Pekerjaan sopirnya Iko lakoni selama dua tahun di perusahaan telekomunikasi.
Karier aktornya mulai setelah ditemukan oleh Gareth Evans di tahun 2008. Gareth Evans adalah sutradara film yang aktif di perfilman Indonesia. Sutradara asal inggris itu sedang melakukan riset tentang silat di Jakarta untuk film dokumenternya. Dari situlah karier Iko sebagai aktor laga perlahan-lahan dimulai. Film pertamanya adalah Merantau (2009) yang juga merupakan karya Gareth Evans. Iko kemudian mengundurkan diri dari pekerjaan sopirnya dan memilih bekerja bersama Gareth Evans. Nama Iko Uwais sendiri melambung setelah memainkan The Raid (20120 dan The Raid 2 : Berandal (2014). Sedangkan karier internasionalnya meledak setelah bermain di Star Wars : The Force Awakens (2015) sebagai Razoo Qin Fee