Ia menambahkan, ketersediaan pakan mandiri membuka peluang bagi keluarga untuk mulai beternak ayam secara sederhana, baik untuk produksi telur maupun daging. Dari sinilah terbentuk rantai ekonomi baru yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dari satu kegiatan, bisa lahir banyak manfaat. Lingkungan bersih, ekonomi bergerak, dan masyarakat lebih mandiri,” katanya.
Selain sampah organik, TP-PKK juga mendorong pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk seperti paving blok. Inovasi ini dinilai mampu mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga membuka lapangan usaha,” ujarnya.
Pemberdayaan perempuan juga diperkuat melalui sektor UMKM, khususnya kerajinan tangan merajut. Melalui kelompok dasawisma, perempuan dilatih menghasilkan berbagai produk seperti tas, dompet, hingga pakaian.
Hasilnya cukup signifikan. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, kegiatan ini juga menumbuhkan kepercayaan diri para perempuan.
Bahkan, pada tahun 2025, TP-PKK Kota Payakumbuh menjalin kerja sama dengan brand internasional The Sak untuk memproduksi hingga 1.000 pouch per bulan. Produk tersebut menggabungkan sentuhan budaya lokal dengan gaya modern yang diminati pasar global.
“Alhamdulillah, beberapa pengrajin sudah meraih omzet hingga puluhan juta rupiah, dan produknya sudah menembus pasar luar negeri,” ungkap Eni.