Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melalui media sosial X, menegaskan bahwa jika blokade berlanjut, Selat Hormuz tidak akan tetap terbuka.
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam pernyataan di Telegram memperingatkan bahwa angkatan laut Iran siap untuk membuat musuh merasakan pahitnya kekalahan baru.
Sebelumnya, pada 11 April 2026, terjadi konfrontasi tegang ketika dua kapal pemusnah Angkatan Laut AS disebut gagal mematuhi peringatan awal Iran, yang kemudian merespons dengan mengunci 16 peluru kendali ke arah kapal-kapal tersebut.
Penutupan Selat Hormuz kembali mengganggu jalur pelayaran internasional yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap harinya, berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia.
Hingga berita ini diterbitkan, Iran maupun IRGC belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden penembakan tersebut.