Beranda Kolom Penjualan Retail AS Melonjak Seiring Kenaikan Harga BBM di Tengah Konflik AS-Iran

Penjualan Retail AS Melonjak Seiring Kenaikan Harga BBM di Tengah Konflik AS-Iran

Foto yang diabadikan pada 31 Maret 2026 ini menunjukkan harga bensin yang ditampilkan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di New York, Amerika Serikat (AS). Harga bensin di SPBU AS melonjak hingga melampaui 4 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.142) per galon untuk pertama kalinya sejak musim panas 2022, seiring perang di Iran menyebabkan lonjakan harga minyak, demikian dilaporkan Washington Post. (Carapandang/Xinhua/Zhang Fengguo)

0
Xinhua

   Pengumuman presiden AS itu disampaikan setelah adanya laporan bahwa kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Pakistan untuk putaran kedua negosiasi perdamaian telah ditunda.

   Pengumuman itu juga disampaikan setelah kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan para negosiator Iran telah memberi tahu pemerintah AS melalui pihak ketiga bahwa mereka tidak akan hadir dalam pembicaraan selanjutnya.

   Pada Selasa, rata-rata harga BBM di AS berada di kisaran 4 dolar AS per galon, atau sekitar 1 dolar AS lebih tinggi per galon dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut Asosiasi Otomotif Amerika (American Automobile Association).

   Gangguan signifikan pada pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mendorong lonjakan harga minyak, mencapai lebih dari 90 dolar AS per barel pada Selasa. Angka tersebut lebih tinggi dari harga sebelum perang yang tercatat di kisaran 65 dolar AS per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait